
Kehadiran Danantara memunculkan harapan besar. Pemerintah menegaskan lembaga ini sebagai langkah konkret mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% dan menghapus kemiskinan ekstrem. Caranya, dengan menjadikan Danantara sebagai instrumen pembiayaan nasional yang mampu memperkuat hilirisasi tanpa bergantung pada investasi asing. Namun, rencana Danantara menempatkan sebagian dananya di pasar modal memunculkan beragam pandangan publik. Sebagian kalangan industri mempersoalkan efektivitasnya bagi agenda hilirisasi, karena khawatir orientasi investasi menjadi terlalu finansial dan tidak segera menyentuh proyek-proyek industri strategis. Sementara, pandangan lain menilainya wajar sebagai strategi likuiditas dan penyiapan ekosistem investasi sebelum proyek industri siap dibiayai. Perdebatan ini memperlihatkan bahwa ekspektasi terhadap Danantara tidak berhenti pada persoalan tata kelola dana, tetapi pada seberapa jauh lembaga ini mampu mewujudkan industrialisasi melalui hilirisasi yang berdaulat dan berkelanjutan.
Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan link https://katadata.co.id/indepth/opini/690973f0b880c/menanti-langkah-danantara-membangun-kemandirian-industri-nasional
Penulis: Widodo Setiadharmaji
Editor: Aria W. Yudhistira
Widodo Setiadharmaji adalah pendiri SMInsights dengan pengalaman lebih dari dua puluh tahun dalam bidang teknologi, strategi bisnis, dan pengembangan industri. Penulis artikel dinamika dan kebijakan industri yang dipublikasikan di Kompas, KataData, dan media nasional lainnya.