SMInsights: Berita Baja Mingguan – Minggu II Februari 2026

Pada periode 1–15 Februari 2026, pasar baja global masih berada dalam fase konsolidasi awal tahun dengan dinamika harga yang relatif terbatas di berbagai kawasan. Perkembangan penting yang perlu menjadi perhatian adalah terus menguatnya kebijakan trade remedies di sejumlah negara serta berlanjutnya pengumuman investasi yang diarahkan pada ekspansi kapasitas, modernisasi fasilitas, dan percepatan transisi menuju produksi baja rendah karbon. Arah industri baja global kini semakin ditentukan oleh strategi kebijakan dan keputusan struktural pemerintah. Perbedaan respons antar-kawasan menunjukkan semakin beragamnya pendekatan nasional dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan pasar, daya saing industri, dan transformasi teknologi.

I. Perkembangan Harga Baja Periode 1–15 Februari 2026

Struktur harga baja global pada periode 1–15 Februari 2026 memperlihatkan diferensiasi yang semakin tegas antar-kawasan. Perbedaan kebijakan perdagangan, struktur biaya, serta kondisi permintaan domestik tercermin langsung dalam rentang harga masing-masing region, baik pada produk flat maupun long.

Di Tiongkok, harga HRC berada pada kisaran 470–480 per ton, sementara rebar tercatat 455–485 per ton. CRC berada pada 545–575 per ton dan GI pada 585–590 per ton. Wire rod diperdagangkan pada 510–515 per ton dan plate berada pada 460 per ton. Rentang yang relatif terbatas pada sebagian besar produk menunjukkan pergerakan yang cenderung stabil dengan tekanan kenaikan yang belum kuat.

Di kawasan ASEAN, HRC berada pada 475–480 per ton, sangat berdekatan dengan level Tiongkok. Kedekatan ini menunjukkan bahwa dinamika harga regional masih sangat dipengaruhi oleh referensi Asia Timur, dengan ruang kenaikan yang terbatas selama tidak terjadi perubahan signifikan pada sisi pasokan atau kebijakan perdagangan.

India menampilkan struktur harga yang lebih tinggi pada produk flat. HRC berada pada 640 per ton, CRC pada 800 per ton, dan GI pada 845–860 per ton. Pada produk long, rebar berada pada 540–585 per ton dan wire rod pada 545–550 per ton, sementara plate tercatat 655–685 per ton dan billet berada pada 495 per ton. Perbedaan harga yang lebar antara produk hulu dan hilir menunjukkan adanya premi nilai tambah pada segmen cold rolled dan coated.

Di kawasan Middle East, harga rebar berada pada 605 per ton dan wire rod pada 610 per ton. Level ini menempatkan long products kawasan tersebut di atas Tiongkok, namun masih di bawah Eropa, sehingga tetap berada dalam posisi kompetitif di pasar regional.

Eropa mempertahankan premium harga yang signifikan dibanding Asia. HRC berada pada 720–740 per ton dan rebar pada 610–685 per ton. Rentang ini menunjukkan bahwa pasar Eropa bergerak pada struktur harga yang lebih tinggi, dengan selisih yang jelas dibanding Tiongkok maupun ASEAN.

Amerika Serikat mencatat harga tertinggi di antara seluruh kawasan yang tercantum. HRC berada pada 970–975 per ton, jauh di atas Asia dan Eropa. Level ini menegaskan adanya perbedaan struktur pasar yang menghasilkan harga domestik yang lebih tinggi dibanding kawasan lain.

Secara keseluruhan, peta harga baja global periode ini menunjukkan fragmentasi yang jelas: Asia berada pada rentang moderat, Eropa mempertahankan premi struktural, dan Amerika Serikat berada pada level tertinggi. Perbedaan tersebut mencerminkan dinamika regional yang tidak lagi bergerak dalam satu siklus global yang seragam.

Ringkasan Harga Baja – Periode 1–15 Februari 2026 (USD/ton)

RegionHRCRebarCRCGIWire RodPlateBillet
China470–480455–485545–575585–590510–515460n/a
ASEAN475–480n/an/an/an/an/an/a
India640540–585800845–860545–550655–685495
Middle Eastn/a605n/an/a610n/an/a
Europe720–740610–685n/an/an/an/an/a
United States970–975n/an/an/an/an/an/a

II. Kebijakan & Trade Remedies Periode 1–15 Februari 2026

Paruh pertama Februari 2026 memperlihatkan eskalasi lanjutan penggunaan instrumen trade remedies dan kebijakan proteksi baja di berbagai yurisdiksi utama. Polanya konsisten: negara-negara besar tidak hanya mempertahankan instrumen yang sudah ada, tetapi juga melakukan pengetatan, penyesuaian, dan perluasan cakupan untuk merespons tekanan impor berharga rendah dan kelebihan kapasitas global.

Di Inggris, UK Trade Remedies Authority merilis temuan awal atas dua peninjauan tarif kuota (TRQ) dalam kerangka safeguard baja dan mengusulkan agar kuota untuk kategori 4 dan 7 tetap dipertahankan. Keputusan ini menunjukkan bahwa otoritas menilai risiko lonjakan impor masih nyata, sehingga pelepasan pembatasan dinilai prematur. Safeguard berbasis TRQ pada dasarnya membatasi volume impor dalam kuota tertentu dengan tarif lebih rendah, sementara kelebihan volume dikenakan tarif lebih tinggi. Dengan mempertahankan kuota, Inggris secara eksplisit menjaga ruang pasar domestik bagi produsen lokal di tengah ketidakpastian arus perdagangan global.

Di Uni Eropa, Parlemen Eropa menyetujui dimulainya negosiasi antarlembaga atas rezim perdagangan baja yang baru, termasuk pengetatan aspek ketertelusuran melalui prinsip “melt and pour” serta evaluasi ulang akses slab Rusia yang selama ini memperoleh pengecualian kuota. Langkah ini memperlihatkan bahwa UE tidak hanya mengandalkan safeguard yang telah ada, tetapi juga memperkuat aspek teknis dan administratif untuk mencegah circumvention. Dengan CBAM yang terus berjalan dan revisi safeguard yang sedang difinalisasi, arsitektur perlindungan pasar baja Eropa bergerak menuju rezim yang lebih ketat dan terintegrasi.

Australia mengambil langkah konkret melalui pemerintah Anthony Albanese dengan mengenakan tarif anti-dumping sebesar 10 persen atas steel ceiling frames asal Tiongkok. Investigasi menyimpulkan bahwa produk tersebut dijual di bawah nilai normal dan merugikan industri domestik. Kebijakan ini diproses melalui mekanisme formal Anti-Dumping Commission dan didorong oleh lonjakan impor yang dinilai mengancam keberlangsungan produsen lokal. Meskipun nilainya “hanya” 10 persen, signifikansinya terletak pada pesan kebijakan: Australia tetap bersedia mengaktifkan instrumen korektif ketika ditemukan distorsi harga.

Di Amerika Serikat, pendekatan yang ditempuh lebih komprehensif. Tarif Section 232 atas baja tetap berlaku dan dapat ditumpuk dengan instrumen lain seperti anti-dumping, countervailing duties, maupun tarif Section 301 untuk produk tertentu asal Tiongkok. Mekanisme “tariff stacking” ini menciptakan struktur perlindungan berlapis yang secara efektif meningkatkan hambatan masuk bagi produk yang dianggap merugikan industri domestik atau kepentingan strategis nasional. Dengan demikian, kebijakan perdagangan AS tidak berdiri pada satu instrumen tunggal, melainkan kombinasi kebijakan yang saling menguatkan.

Di Amerika Latin, Brasil menyetujui bea anti-dumping definitif atas baja pre-painted dari Tiongkok dan India serta menaikkan tarif impor sementara untuk sejumlah produk baja datar dan panjang. Langkah ini menunjukkan bahwa tekanan impor berharga rendah tidak hanya dirasakan di negara maju, tetapi juga di negara berkembang dengan basis industri baja signifikan.

Secara keseluruhan, periode 1–15 Februari 2026 memperlihatkan konsolidasi kebijakan proteksi baja di berbagai kawasan utama dunia. Inggris mempertahankan TRQ safeguard, Uni Eropa memperkuat rezim dan ketertelusuran, Australia mengaktifkan anti-dumping, Amerika Serikat mempertahankan tarif berlapis, dan Brasil memperluas proteksi. Kesamaannya terletak pada satu hal: ketika harga global tertekan dan distorsi perdagangan meningkat, negara-negara produsen besar tidak membiarkan industri domestiknya sepenuhnya terekspos pada arus impor tanpa instrumen penyeimbang. Trade remedies kembali ditegaskan sebagai pilar kebijakan industri dalam menjaga keberlanjutan kapasitas dan margin produsen nasional.

Ringkasan Trade Remedies Baja Global – Periode 1–15 Februari 2026

NegaraInstrumenProdukInti KebijakanArah Kebijakan
InggrisSafeguard – TRQ ReviewKategori 4 & 7 (baja tertentu dalam rezim safeguard)Otoritas mengusulkan mempertahankan kuota dalam dua kategori pada peninjauan awal TRQMempertahankan pembatasan volume impor
Uni EropaRevisi rezim perdagangan baja & safeguardBerbagai produk baja (termasuk slab)Parlemen menyetujui negosiasi rezim baru; penekanan pada aturan “melt and pour”, evaluasi akses slab Rusia, penguatan pengawasanPengetatan dan penguatan sistemik
AustraliaBea Masuk Anti-DumpingSteel ceiling frames asal TiongkokTarif anti-dumping 10% setelah investigasi dumpingPenambahan proteksi selektif
Amerika SerikatSection 232 + AD/CVD + 301 (stacking)Berbagai produk baja, khususnya asal TiongkokTarif nasional keamanan tetap berlaku dan dapat dikombinasikan dengan instrumen lainProteksi berlapis dan struktural
BrasilBea Anti-Dumping Definitif + Kenaikan Tarif SementaraPre-painted steel (China & India) + beberapa flat & long productsAD definitif berlaku 5 tahun; tarif impor sementara naik hingga 25% untuk sejumlah kode produkPerluasan dan penguatan proteksi

III. Investasi Peningkatan Kapasitas & Green Steel Periode 1–15 Februari 2026

Periode 1–15 Februari 2026 memperlihatkan bahwa arah industri baja global semakin ditentukan oleh keputusan investasi berskala besar yang secara eksplisit menargetkan peningkatan kapasitas, modernisasi teknologi, dan percepatan produksi baja rendah karbon. Investasi yang tercatat pada periode ini bukan bersifat umum atau lintas-sektor, melainkan secara langsung berkaitan dengan fasilitas produksi baja.

Di Prancis, ArcelorMittal menegaskan komitmen investasi sebesar €1,3 miliar di fasilitas Dunkirk untuk transformasi menuju produksi baja rendah karbon. Investasi ini mencakup pembangunan unit direct reduced iron (DRI) dan konversi sistem produksi menuju rute berbasis listrik sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi. Skema tersebut dirancang untuk secara bertahap menggantikan proses blast furnace berbasis kokas dan menurunkan intensitas emisi karbon, sejalan dengan implementasi penuh Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa sejak 1 Januari 2026. Dengan demikian, proyek ini bukan sekadar modernisasi teknis, tetapi restrukturisasi fundamental model produksi.

Di Republik Ceko, Nová Huť (Liberty Ostrava) menyiapkan investasi sekitar CZK 17 miliar untuk pemasangan electric arc furnace (EAF) baru dengan kapasitas tahunan sekitar 1,5 juta ton baja cair. Proyek ini merupakan bagian dari transformasi teknologi jangka panjang yang juga mencakup peningkatan efisiensi energi dan modernisasi infrastruktur produksi. Tambahan belanja modernisasi sekitar CZK 150 juta juga direncanakan untuk 2026 guna mempercepat kesiapan operasional. Investasi ini menunjukkan pergeseran dari struktur produksi berbasis blast furnace menuju sistem yang lebih fleksibel dan rendah emisi.

Di Amerika Serikat, U.S. Steel mengumumkan investasi sebesar US$900 juta untuk proyek modernisasi dan ekspansi di fasilitas Gary Works, Indiana, yang disertai rencana perekrutan sekitar 1.000 tenaga kerja baru. Proyek ini mencakup pembaruan peralatan produksi dan peningkatan efisiensi operasional guna memperkuat daya saing fasilitas terintegrasi. Dalam konteks pasar domestik AS yang relatif terlindungi melalui berbagai instrumen tarif dan pembatasan impor, investasi ini mencerminkan keyakinan terhadap keberlanjutan margin domestik.

Di India, Kementerian Baja melalui skema Production-Linked Incentive (PLI) 1.2 untuk specialty steel menandatangani 85 MoU dengan 55 perusahaan, dengan komitmen investasi baru sebesar INR 11.887 crore. Putaran ketiga skema ini ditargetkan menambah sekitar 8,7 juta ton kapasitas specialty steel secara bertahap. Investasi mencakup produk baja paduan, stainless steel, coated products, serta baja khusus untuk sektor pertahanan, perkeretaapian, dan energi. Ruang lingkupnya secara jelas diarahkan pada substitusi impor dan peningkatan struktur nilai tambah domestik.

Di Ukraina, Metinvest melanjutkan investasi pada pengembangan proyek green steel di Kryvyi Rih, termasuk modernisasi fasilitas dan peningkatan kesiapan teknologi menuju produksi rendah karbon. Walaupun nilai investasi tidak dipublikasikan secara rinci dalam pembaruan periode ini, ruang lingkupnya mencakup penguatan efisiensi energi dan transformasi proses produksi dalam konteks operasional yang masih terdampak perang.

Dengan demikian, investasi pada periode ini menunjukkan pola yang konsisten. Uni Eropa berfokus pada dekarbonisasi melalui proyek DRI dan EAF berskala miliaran euro. Amerika Serikat menguatkan fasilitas terintegrasi melalui modernisasi bernilai hampir satu miliar dolar. India memperluas kapasitas specialty steel melalui insentif fiskal terarah. Sementara itu, Eropa Tengah dan Ukraina menegaskan transisi teknologi sebagai bagian dari strategi keberlanjutan jangka panjang.

Investasi-investasi tersebut memperlihatkan bahwa arah industri baja global pada awal 2026 semakin dipengaruhi oleh tiga faktor struktural: perlindungan pasar domestik, agenda dekarbonisasi berbasis kebijakan karbon, dan kebutuhan peningkatan nilai tambah produk. Keputusan belanja modal yang tercatat pada periode ini mencerminkan respons strategis terhadap kombinasi ketiga faktor tersebut.

Ringkasan Investasi Baja Global Periode 1 – 15 Februari 2026

Negara/RegionPerusahaan / ProgramNilai InvestasiRuang Lingkup ProyekDampak Strategis
PrancisArcelorMittal – Dunkirk€1,3 miliarPembangunan DRI & transisi produksi rendah karbonDekarbonisasi & penggantian BF
Republik CekoNová Huť (Liberty Ostrava)± CZK 17 miliarInstalasi EAF 1,5 juta ton/tahun & modernisasi fasilitasTransformasi teknologi & efisiensi energi
Amerika SerikatU.S. Steel – Gary WorksUS$900 jutaModernisasi & ekspansi fasilitas; 1.000 tenaga kerja baruPenguatan kapasitas domestik
IndiaPLI 1.2 Specialty SteelINR 11.887 crore85 MoU; tambahan 8,7 juta ton specialty steelSubstitusi impor & peningkatan value added
UkrainaMetinvest – Kryvyi Rihn/a (lanjutan program)Modernisasi & green steel developmentKetahanan industri & dekarbonisasi

Sumber Data: SunSirs, CUSteel, SteelMint, Fastmarkets, Eurometal, Steel Market Update (SMU), AISU, Argus/Platts, TradingEconomics, AustralianSteel.com, LME, SFM.