SMInsights: Berita Baja Mingguan – Minggu III Januari 2026

Pada periode 12–18 Januari 2026, pasar baja global masih berada dalam fase konsolidasi awal tahun dengan pergerakan harga yang relatif terbatas di sebagian besar kawasan. Di luar dinamika harga, perkembangan utama justru datang dari meningkatnya kebijakan trade remedies dan pengumuman investasi yang berfokus pada ekspansi kapasitas, modernisasi, dan penguatan rantai nilai. Pola ini menunjukkan bahwa arah industri baja global semakin dibentuk oleh kebijakan dan keputusan struktural jangka menengah, sementara perbedaan dinamika antar-kawasan mencerminkan strategi nasional yang semakin beragam dalam mengelola pasokan dan perdagangan.

I. Perkembangan Harga Baja Periode 12-18 Januari 2026

Pergerakan harga baja global pada periode 12–18 Januari 2026 menunjukkan penguatan yang tidak merata antar-kawasan, mencerminkan kombinasi faktor domestik, kebijakan perdagangan, serta dinamika pasokan regional. Di Tiongkok, harga baja domestik relatif stabil dalam rentang sempit, dengan rebar dan produk flat bergerak terbatas seiring permintaan konstruksi yang masih moderat dan kehati-hatian pabrik dalam menaikkan harga di tengah kondisi pasar domestik yang belum sepenuhnya pulih. Di sisi ekspor, harga HRC FOB Tiongkok berada pada level USD 460 per ton setelah pembulatan, mencerminkan daya saing ekspor yang tetap terjaga meskipun tekanan eksternal meningkat.

Di kawasan ASEAN, indeks HRC impor Asia-Pasifik menunjukkan level yang sedikit lebih tinggi dibandingkan FOB Tiongkok, dengan harga USD 475 per ton. Perbedaan ini mencerminkan biaya logistik dan struktur impor regional, sekaligus menegaskan bahwa pasar Asia Tenggara masih menyerap material impor dengan harga yang relatif stabil tanpa lonjakan signifikan.

India menunjukkan level harga yang lebih tinggi di seluruh produk baja, baik long maupun flat products. Harga rebar dan wire rod berada pada kisaran yang mencerminkan kuatnya permintaan domestik, sementara HRC, CRC, dan GI coil berada jauh di atas level Asia Timur. Struktur pasar domestik India yang lebih terlindungi, ditambah permintaan dari sektor konstruksi dan manufaktur, membuat harga bertahan pada level tinggi meskipun pasar global masih beragam arahnya.

Di Timur Tengah, khususnya Mesir, harga rebar domestik bergerak dalam rentang lebar USD 670–740 per ton. Kenaikan harga pada sebagian besar produsen mencerminkan tekanan biaya dan penyesuaian pasar domestik, sementara adanya produsen yang menurunkan harga menandakan fragmentasi kondisi pasar internal Mesir yang belum sepenuhnya seragam.

Di Eropa, fokus pasar domestik menunjukkan level harga HRC yang tinggi pada kisaran USD 685–735 per ton. Harga ini mencerminkan keterbatasan pasokan domestik, buku pesanan pabrik yang relatif solid, serta pengaruh kebijakan lingkungan dan perdagangan seperti CBAM yang memperketat arus impor dan memperkuat posisi produsen lokal.

Sementara itu di Amerika Serikat, harga baja berada pada level tertinggi di antara kawasan utama, dengan HRC mendekati USD 985 per ton dan CRC serta plate berada jauh di atas USD 1.000 per ton. Harga scrap yang relatif tinggi namun stabil mencerminkan margin pabrik yang masih kuat, didukung oleh pasokan yang terkontrol dan permintaan domestik yang tetap solid.

Secara keseluruhan, periode ini menegaskan bahwa pasar baja global semakin terfragmentasi, dengan harga lebih banyak ditentukan oleh kondisi domestik dan kebijakan regional dibandingkan oleh satu tren global yang seragam. Kondisi ini memperbesar disparitas harga antar-kawasan dan memperkuat pentingnya kebijakan industri dan perdagangan dalam membentuk arah pasar baja ke depan.

Ringkasan Harga Baja: Periode 12-18 Januari 2026 (USD/ton)

RegionRebarWire RodHRCCRCGI / HDGScrap
Tiongkok (Dom)460–465515470–475550580–585n/a
Tiongkok (FOB)n/an/a460n/an/an/a
ASEANn/an/a475n/an/an/a
India540–605535–545610–625770–785830–845n/a
Middle East / Egypt670–740n/an/an/an/an/a
Europe – Domesticn/an/a685–735n/an/an/a
United Statesn/an/a9851,240n/a355–405

II. Kebijakan & Trade Remedies Periode 12–18 Januari 2026

Pada periode 12–18 Januari 2026, kebijakan perdagangan baja global menunjukkan pola pengetatan yang semakin sistemik dan lintas kawasan. Inggris dan Amerika Serikat menonjol sebagai episentrum penguatan trade remedies, dengan pendekatan yang tidak hanya menargetkan satu negara asal, tetapi membangun kerangka perlindungan multi-negara untuk mencegah pergeseran arus perdagangan.

Di Inggris, pencabutan pengecualian kuota impor untuk rebar Vietnam menandai pergeseran kebijakan dari toleransi berbasis status negara berkembang menuju evaluasi berbasis dampak volume aktual terhadap pasar domestik. Langkah ini mempersempit akses Vietnam ke pasar Inggris pada semester pertama 2026 dan mempertegas arah proteksi baja panjang di Eropa.

Di Amerika Serikat, penetapan awal countervailing duties terhadap rebar dari Aljazair, Mesir, dan Vietnam memperkuat strategi penegakan simultan anti-dumping dan subsidi. Pendekatan ini dirancang untuk menutup celah trade diversion dan secara langsung memperkuat posisi produsen domestik di tengah tekanan overcapacity global.

Korea Selatan menunjukkan eskalasi paling agresif dalam penggunaan instrumen hukum perdagangan, tercermin dari rekor pengajuan petisi anti-dumping sepanjang 2025 yang berdampak pada lanskap perlindungan industri logam dan baja. Sementara itu, negara-negara lain seperti Arab Saudi dan Kanada juga memperluas atau menegaskan kebijakan proteksi melalui investigasi dan putusan injury berbasis bukti dumping.

Secara keseluruhan, periode 12-18 Januari 2026 menegaskan bahwa kebijakan dan trade remedies telah menjadi faktor struktural pembentuk pasar baja global. Dinamika perdagangan tidak lagi ditentukan oleh harga semata, melainkan oleh keputusan regulator yang secara aktif mengelola akses pasar dan menahan tekanan impor berbiaya rendah.

Ringkasan Trade Remedies Baja Global: Periode 12 – 18 Januari 2026

NegaraKebijakanProdukKeterangan Singkat
Inggris (UK)Pencabutan TRQ exemptionRebarMencabut pengecualian tarif kuota impor untuk rebar asal Vietnam setelah volume ekspor melampaui ambang 3%
Inggris (UK)Peninjauan ruang lingkup ADHeavy platePertimbangan penyempitan cakupan investigasi anti-dumping heavy plate asal Korea Selatan dengan mengecualikan plate berukuran sangat lebar.
Amerika SerikatPenetapan awal CVDRebarKeputusan awal positif dalam investigasi subsidi terhadap rebar dari Aljazair, Mesir, dan Vietnam dengan tingkat subsidi tinggi untuk Aljazair dan Mesir, serta rendah untuk Vietnam.
Amerika SerikatPenegakan trade remediesBaja (umum)Industri baja AS menyerukan penguatan penegakan Section 232 dan instrumen trade remedies untuk mencegah lonjakan impor akibat overcapacity global.
Korea SelatanLonjakan petisi anti-dumpingBaja dan produk logamPerusahaan Korea mengajukan rekor 13 petisi anti-dumping sepanjang 2025, terutama terhadap produk baja, mencerminkan eskalasi penggunaan instrumen perlindungan perdagangan.
Arab SaudiPembukaan investigasi anti-dumpingPipa bajaPermulaan investigasi anti-dumping terhadap impor pipa baja dan stainless steel, terutama dari Tiongkok dan Taiwan.
TurkiPenghentian investigasi ADStainless steel CRPenghentian investigasi anti-dumping terhadap cold-rolled stainless steel asal Indonesia
KanadaPutusan injury dumpingSteel strappingDumping dari Tiongkok dan Türkiye menyebabkan kerugian industri domestik, sementara Korea Selatan dan Vietnam dinyatakan tidak signifikan.

III. Investasi Peningkatan Kapasitas & Green Steel Periode 12–18 Januari 2026

Periode 12–18 Januari 2026 menunjukkan bahwa investasi baja global semakin terpolarisasi antara ekspansi kapasitas bernilai tambah dan percepatan transisi menuju green steel. Di Mesir, investasi Arcosteel menegaskan strategi industrial upgrading dari produk semi-finished menuju baja spesial dan cold-rolled dengan orientasi ekspor, sejalan dengan kebijakan nasional penguatan manufaktur. Di Timur Tengah, proyek Vale di Oman mencerminkan eskalasi green steel sebagai agenda strategis negara berbasis energi dan logistik kompetitif untuk melayani pasar global rendah karbon.

Di Asia, komitmen JFE Steel di India menegaskan pergeseran pusat pertumbuhan baja dunia ke pasar domestik besar yang dilindungi kebijakan industrialisasi, dengan horizon kapasitas jangka panjang. Di Amerika Serikat, langkah Tenaris merestart fasilitas downstream memperlihatkan konsolidasi kembali basis produksi domestik, terutama untuk mendukung sektor energi. Di Eropa, kontrak pasokan Stegra dengan Thyssenkrupp menandai transisi green steel dari tahap proyek menuju implementasi komersial dalam rantai pasok industri.

Secara keseluruhan, pola investasi pada periode ini menunjukkan bahwa arah industri baja global semakin ditentukan oleh strategi integrasi hulu–hilir dan peningkatan nilai tambah, baik melalui ekspansi kapasitas konvensional maupun pengembangan proyek baja rendah karbon, sehingga keputusan investasi lebih merefleksikan kebutuhan struktur industri dan positioning pasar jangka menengah, bukan semata respons terhadap fluktuasi harga jangka pendek.

Ringkasan Investasi Baja Global Periode 12 – 18 Januari 2026

Negara / KawasanPerusahaanJenis InvestasiNilai InvestasiFokus Utama
MesirArcosteelEkspansi kapasitas downstream (wire drawing & cold-rolled steel)EGP 6 miliar (±USD 126 juta)Peningkatan nilai tambah, penguatan ekspor, diversifikasi produk
OmanVale – Duqm Green Steel HubMega hub baja rendah karbon terintegrasi~USD 5 miliar (menuju FID 2026)Green steel, integrasi hulu–hilir, basis ekspor
IndiaJFE Steel – JV dengan JSW SteelInvestasi asing & ekspansi pabrik baja terintegrasi~USD 2 miliar (tahap awal)Ekspansi kapasitas jangka panjang, lokalisasi produksi
Amerika SerikatTenaris – PennsylvaniaRestart & modernisasi fasilitas finishingTidak diumumkan (akumulatif >USD 150 juta)Penguatan pasokan domestik, sektor energi
Swedia / Uni EropaStegra – BodenPabrik green steel berbasis hidrogen & kontrak pasokanTidak diumumkan (proyek >USD 1 miliar)Dekarbonisasi baja, rantai pasok hijau
Uni Eropathyssenkrupp Materials Processing EuropePerjanjian pasokan multi-tahun green steelTidak diumumkanIntegrasi green steel ke industri otomotif & manufaktur
AljazairProyek DRI nasional (mitra Italia)Pabrik DRI berbasis gas alam~USD 1 miliarBaja emisi rendah, substitusi impor, ekspor regional

Sumber Data: SunSirs, CUSteel, SteelMint, Fastmarkets, Eurometal, Steel Market Update (SMU), AISU, Argus/Platts, TradingEconomics, AustralianSteel.com, LME, SFM.