
Perkembangan baja global pada periode 1–11 Januari 2026 menunjukkan menguatnya peran kebijakan dan keputusan investasi dalam membentuk arah industri. Dari sisi harga, pergerakan di sebagian besar kawasan masih berlangsung dalam rentang terbatas dan mencerminkan fase pembentukan level awal tahun, seiring aktivitas pasar yang belum sepenuhnya pulih pascalibur. Berbagai langkah trade remedies, penyesuaian rezim impor, serta percepatan investasi kapasitas dan proyek baja rendah karbon mencerminkan respons negara dan pelaku industri terhadap tekanan struktural yang berlanjut. Perbedaan dinamika antar-kawasan menegaskan bahwa arah pasar ke depan semakin ditentukan oleh kebijakan nasional dan regional dalam mengelola pasokan, arus perdagangan, dan transformasi struktur industri baja.
I. Perkembangan Harga Baja Periode 1-11 Januari 2026
Memasuki periode penulisan pertama tahun 2026, pasar baja global menunjukkan pola pembentukan level harga awal tahun dengan pergerakan yang relatif terbatas di sebagian besar kawasan. Aktivitas pasar secara umum masih berada dalam fase normalisasi pascalibur, sehingga harga lebih merefleksikan reposisi awal dibandingkan dinamika perubahan jangka pendek.
Di Tiongkok, harga baja domestik bergerak dalam rentang yang relatif sempit. Harga hot rolled coil (HRC) berada pada kisaran USD 460–465 per ton, sementara rebar tercatat pada rentang USD 450–475 per ton dan wire rod di sekitar USD 505 per ton. Produk flat steel bernilai tambah lebih lanjut, seperti cold rolled coil (CRC) dan galvanized sheet (GI), berada pada level yang lebih tinggi. Narasi pasar menunjukkan bahwa meskipun terdapat dorongan awal dari pergerakan pasar berjangka dan sentimen pascalibur, terbatasnya permintaan spot membuat kenaikan harga tidak berlanjut secara signifikan. Di pasar ekspor, harga HRC FOB Tiongkok berada di sekitar USD 455 per ton, mencerminkan kondisi persaingan yang ketat serta pengaruh kebijakan perdagangan yang mulai terasa sejak awal tahun.
Di kawasan ASEAN, indikator harga HRC Asia-Pasifik berada di sekitar USD 470 per ton. Level ini mencerminkan pasar regional yang masih dalam tahap konsolidasi, dengan aktivitas transaksi yang belum sepenuhnya pulih dan pelaku pasar cenderung menunggu arah harga yang lebih jelas dari pasar utama.
Untuk India, harga HRC berada di sekitar USD 610 per ton, sementara produk flat steel hilir tercatat pada level yang lebih tinggi. Di segmen produk panjang, harga rebar berada pada kisaran USD 520–590 per ton dan wire rod pada USD 515–520 per ton, dengan billet berada di sekitar USD 480 per ton. Struktur harga ini menunjukkan bahwa pasar domestik India tetap ditopang oleh permintaan internal, meskipun sikap pelaku pasar pada awal tahun masih cenderung berhati-hati.
Di Turki, pasar produk panjang berada pada level yang relatif stabil namun tanpa dorongan permintaan yang kuat. Harga rebar tercatat pada rentang USD 555–560 per ton FOB, wire rod pada USD 560–580 per ton, dan billet pada USD 455–465 per ton. Harga scrap HMS 80:20 berada di sekitar USD 371 per ton CFR, mencerminkan kondisi pasokan dan permintaan yang relatif seimbang.
Di kawasan Timur Tengah, khususnya Mesir, harga rebar domestik berada dalam rentang sekitar USD 630–720 per ton, dengan sebagian besar produsen mempertahankan harga yang relatif stabil pada awal tahun. Kondisi ini menunjukkan fokus pasar pada stabilitas harga di tengah aktivitas konstruksi dan kebijakan domestik.
Sementara itu, di Eropa, harga HRC domestik berada pada kisaran USD 670–685 per ton ex-works. Aktivitas pasar masih relatif sepi pascalibur, namun sentimen cenderung positif seiring implementasi Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) sejak 1 Januari 2026, yang diperkirakan akan memengaruhi struktur biaya dan daya saing impor dalam jangka menengah.
Di Amerika Serikat, harga HRC domestik berada di sekitar USD 940 per ton, mencerminkan rezim harga yang berbeda dibandingkan kawasan lain, dipengaruhi oleh struktur biaya, kebijakan perdagangan, dan dinamika pasar domestik.
Secara keseluruhan, periode 1–11 Januari 2026 dapat dibaca sebagai fase penetapan baseline harga baja global untuk tahun berjalan, dengan pergerakan harga yang masih terkendali dan dipengaruhi oleh normalisasi aktivitas pascalibur serta kehati-hatian pelaku pasar dalam merespons arah kebijakan ke depan.
Ringkasan Harga Baja – Periode 1-11 Januari 2026 (USD/ton)
| Region | HRC | CRC | GI | PPGI | Rebar | Wire Rod |
| China (Domestic) | 460–465 | 540–560 | 570–575 | 690–885 | 450–475 | 505 |
| China (Export) | 455 | n/a | n/a | n/a | n/a | n/a |
| ASEAN | 470 | n/a | n/a | n/a | n/a | n/a |
| India | 610 | 660–775 | 825–835 | n/a | 520–590 | 515–520 |
| Turkey | n/a | n/a | n/a | n/a | 555–560 | 560–580 |
| Middle East / Egypt | n/a | n/a | n/a | n/a | 630–720 | n/a |
| Europe | 670–685 | n/a | n/a | n/a | n/a | n/a |
| United States | 940 | n/a | n/a | n/a | n/a | n/a |
II. Kebijakan & Trade Remedies Periode 1 – 11 Januari 2026
Memasuki awal 2026, kebijakan perdagangan baja global menunjukkan kecenderungan penguatan instrumen trade remedies di berbagai yurisdiksi utama, sebagaimana dirangkum pada Tabel 3.1. Langkah-langkah tersebut mencakup perpanjangan bea anti-dumping, pengetatan mekanisme safeguard berbasis kuota, serta pembukaan penyelidikan baru terhadap lonjakan impor produk baja tertentu.
Di India, pemerintah melanjutkan penerapan bea anti-dumping sementara atas impor low-ash metallurgical coke, meskipun kebijakan impor produk tersebut menjadi lebih terbuka dibandingkan periode sebelumnya. Pendekatan ini mencerminkan upaya menyeimbangkan perlindungan industri hulu domestik dengan kebutuhan pasokan bahan baku strategis bagi industri baja nasional, sehingga instrumen fiskal tetap digunakan sebagai pengendali arus impor.
Di Inggris, hasil peninjauan tariff-rate quota (TRQ) untuk produk rebar menghasilkan keputusan penting berupa pencabutan status pengecualian bagi Vietnam. Mulai 1 Januari 2026, ekspor rebar Vietnam tidak lagi menikmati akses bebas kuota, melainkan dialihkan ke kuota residual dengan pembatasan maksimum per negara pengekspor. Kebijakan ini menandai pengetatan nyata akses pasar Inggris terhadap pemasok Asia Tenggara, sekaligus mempertegas penggunaan mekanisme safeguard sebagai instrumen struktural jangka menengah.
Sementara itu, Mesir mengambil langkah protektif melalui peluncuran penyelidikan safeguard terhadap impor baja lembaran, disertai pemberlakuan bea safeguard sementara selama proses investigasi berlangsung. Otoritas Mesir menegaskan bahwa kebijakan ini dipicu oleh peningkatan impor yang signifikan dan bertujuan menstabilkan kondisi industri domestik tanpa menutup pasar secara permanen.
Di Eropa Timur, Ukraina memulai sunset review atas bea anti-dumping terhadap pipa stainless seamless asal Tiongkok, membuka peluang perpanjangan kebijakan yang telah berlaku sejak 2014. Langkah ini menunjukkan bahwa tekanan proteksi terhadap produk baja asal Tiongkok masih berlanjut, terutama di negara-negara dengan basis industri baja domestik yang sensitif terhadap perubahan arus impor.
Secara keseluruhan, perkembangan kebijakan dan trade remedies periode 1 – 11 Januari 2026 menunjukkan bahwa awal 2026 ditandai oleh eskalasi kebijakan proteksi perdagangan baja yang bersifat legal-formal, dengan penggunaan aktif instrumen anti-dumping dan safeguard di berbagai kawasan. Dinamika ini membentuk konteks kebijakan global yang penting sebagai dasar pembacaan dampak lanjutan terhadap arus perdagangan dan posisi negara-negara pengekspor, termasuk Indonesia, pada bab berikutnya.
Ringkasan Trade Remedies Baja Global – Periode 1 – 11 Januari 2026
| Negara / Kawasan | Produk | Instrumen Kebijakan | Status & Periode | Inti Kebijakan | Sumber & Tanggal |
| India | Low-ash metallurgical coke | Anti-Dumping Duty (sementara) | Diperpanjang, 6 bulan | Bea anti-dumping tetap berlaku meski India membuka kembali impor untuk menjaga pasokan bahan baku baja | SMM Steel; SteelRadar, 5–8 Jan 2026 |
| Inggris (UK) | Rebar (HS 72142000, 72149910) | Safeguard – TRQ review | Berlaku 1 Jan–30 Jun 2026 | Pengecualian TRQ Vietnam dicabut; masuk kuota residual dengan batas maksimum per negara | UK TRA; SteelOrbis; WTO Notification, 5–7 Jan 2026 |
| Mesir | Cold-rolled, galvanized, coloured steel sheets | Safeguard investigation + duty sementara | Duty sementara ±200 hari | Penyelidikan safeguard akibat lonjakan impor; bea sementara diberlakukan selama investigasi | Zawya; Arab Finance, 4–5 Jan 2026 |
| Ukraina | Seamless stainless steel pipes | Anti-dumping – sunset review | Proses dimulai Jan 2026 | Peninjauan untuk kemungkinan perpanjangan bea anti-dumping atas produk asal Tiongkok | Inly, 6 Jan 2026 |
III. Investasi Peningkatan Kapasitas & Green Steel Periode 1–11 Januari 2026
Pada awal Januari 2026, sejumlah produsen baja global mempercepat agenda investasi yang berfokus pada peningkatan kapasitas, lokalisasi rantai pasok, serta transisi menuju produksi rendah karbon. Pola investasi ini terlihat merata di Timur Tengah, Asia, Eropa, dan Amerika Serikat, dengan pendorong utama berupa kebijakan perdagangan baru, implementasi CBAM Uni Eropa, serta kebutuhan menjaga daya saing jangka panjang di tengah tekanan emisi.
Di Timur Tengah dan Afrika Utara, Mesir menunjukkan arah kebijakan industrialisasi yang menekankan substitusi impor dan efisiensi biaya produksi. El Marakby Steel mengumumkan pembangunan fasilitas baru senilai EGP 1 miliar pada 2026 untuk memproduksi input yang sebelumnya diimpor, sekaligus bagian dari strategi ekspansi dan modernisasi menuju total investasi EGP 6,5 miliar pada 2030. Investasi ini juga dikaitkan dengan agenda pengurangan emisi dan penguatan daya saing ekspor ke Afrika Utara, Eropa, dan kawasan Balkan.
Di kawasan Teluk, Oman memperkuat posisinya dalam rantai nilai baja dan mineral melalui ekspansi fasilitas peletisasi dan integrasi hilir. Vale Oman menegaskan bahwa investasi berkelanjutan pada fasilitas pelet dan logistik industri di Sohar dan Duqm tidak hanya meningkatkan kapasitas industri baja regional, tetapi juga menjadi fondasi bagi investasi lanjutan, termasuk baja rendah karbon, dengan dukungan pasokan energi bersih dan infrastruktur pelabuhan.
Di Amerika Serikat, skala investasi meningkat signifikan. Nippon Steel mengumumkan rencana investasi sekitar USD 14 miliar untuk pengembangan operasi US Steel, dengan fokus pada modernisasi fasilitas, peningkatan efisiensi operasional, dan penciptaan lapangan kerja. Secara paralel, proyek Hyundai Steel di Louisiana senilai hampir USD 6 miliar menandai percepatan pembangunan fasilitas baja ultra-low carbon yang terintegrasi penuh, mencerminkan pergeseran struktural industri baja AS menuju produksi berbasis teknologi rendah emisi.
Di India, pemerintah daerah Odisha menyetujui investasi industri skala besar senilai sekitar Rs 55.783 crore, termasuk proyek baja terintegrasi dan fasilitas pendukung. Persetujuan ini memperkuat peran India sebagai pusat pertumbuhan kapasitas baja global, sekaligus menunjukkan keterkaitan erat antara ekspansi kapasitas, industrialisasi regional, dan kebijakan penciptaan lapangan kerja.
Sementara itu di Eropa, implementasi penuh CBAM sejak 1 Januari 2026 mempercepat keputusan investasi pada fasilitas baja rendah karbon. Sejumlah produsen Eropa mempercepat proyek Direct Reduced Iron (DRI) dan teknologi produksi yang tidak bergantung pada kokas. Inisiatif kolaborasi Outokumpu dengan Norsk e-Fuel di Finlandia menunjukkan pendekatan baru, yaitu pemanfaatan carbon side streams industri baja untuk produksi e-SAF, yang berpotensi menurunkan emisi langsung hingga sekitar 200.000 ton per tahun dan memperkuat integrasi antara industri baja dan transisi energi.
Secara keseluruhan, rangkaian investasi pada periode ini menunjukkan bahwa industri baja global memasuki fase penyesuaian struktural, di mana peningkatan kapasitas tidak lagi berdiri sendiri, melainkan terikat erat dengan agenda dekarbonisasi, ketahanan rantai pasok, dan adaptasi terhadap rezim perdagangan baru.
Ringkasan Investasi Baja Global Periode 1 – 11 Januari 2026
| Negara / Kawasan | Perusahaan / Proyek | Jenis Investasi | Nilai Investasi | Fokus Utama |
| Mesir | El Marakby Steel | Pabrik baru & modernisasi | EGP 1 miliar (2026); target EGP 6,5 miliar (2030) | Lokalisasi input, efisiensi, pengurangan emisi |
| Oman | Vale Oman Pelletizing | Ekspansi rantai nilai baja & mineral | Tidak disebutkan (akumulatif > USD 2 miliar sejak 2007) | Peletisasi, integrasi hilir, dukung green steel |
| Amerika Serikat | Nippon Steel – US Steel | Modernisasi & ekspansi kapasitas | ~USD 14 miliar | Efisiensi operasional, peningkatan kapasitas |
| Amerika Serikat | Hyundai Steel – Louisiana | Pabrik baja ultra-low carbon | ~USD 5,8–6 miliar | Baja rendah karbon terintegrasi |
| India (Odisha) | Mega steel & industrial projects | Pabrik baja terintegrasi & hilirisasi | ~Rs 55.783 crore | Ekspansi kapasitas, industrialisasi regional |
| Finlandia / UE | Outokumpu – Norsk e-Fuel | e-SAF & circular economy | EUR ~1,2–1,5 miliar (estimasi proyek) | Reduksi emisi ±200.000 tCO₂/tahun |
| Uni Eropa | Berbagai produsen | DRI & low-carbon steel | Tidak dirinci per proyek | Respon CBAM, dekarbonisasi |
Sumber Data: SunSirs, CUSteel, SteelMint, Fastmarkets, Eurometal, Steel Market Update (SMU), AISU, Argus/Platts, TradingEconomics, AustralianSteel.com, LME, SFM.
Widodo Setiadharmaji adalah pendiri SMInsights dengan pengalaman lebih dari dua puluh tahun dalam bidang teknologi, strategi bisnis, dan pengembangan industri. Penulis artikel dinamika dan kebijakan industri yang dipublikasikan di Kompas, KataData, dan media nasional lainnya.